Talkshow Hukum “RE-PUBLIK?” Hadirkan Ruang Kritis Membaca Kebijakan Publik di Tengah Dinamika Bangsa
Senat Mahasiswa Fakultas Syariah (SEMA FASYA)
bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah (DEMA FASYA) Universitas
Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri sukses menyelenggarakan Talkshow Hukum bertajuk RE-PUBLIK? dengan tema “Narasi Indah di Negeri
Jenaka” pada Minggu (31/05/2026) di Auditorium Perpustakaan Lantai 4 (Home
Theatre) UIN Syekh Wasil Kediri.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik yang membahas berbagai persoalan kebijakan publik, hukum, demokrasi, serta peran masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan. Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah yang didampingi Wakil Dekan Fakultas Syariah. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah menilai bahwa tema yang diangkat dalam forum tersebut tampak sederhana, namun sesungguhnya memiliki muatan yang kompleks dan cukup berani karena mengandung berbagai kritik dan satir terhadap realitas kebijakan publik yang berkembang saat ini.
Talkshow
ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Salah
satunya adalah Feri Amsari,
akademisi dan pakar Hukum Tata Negara yang dikenal aktif memberikan kritik
terhadap berbagai kebijakan pemerintah melalui pendekatan akademik. Dalam pemaparannya, Feri menegaskan bahwa banyak
kebijakan negara pada dasarnya lahir dari niat yang baik, namun sering kali
menghadapi persoalan pada tahap implementasi. Menurutnya, berbagai faktor
seperti lemahnya perencanaan, minimnya partisipasi publik, hingga persoalan
tata kelola menjadi penyebab kebijakan tidak mampu mencapai tujuan yang
diharapkan.
Selain itu, hadir pula Saiful Amin, tokoh yang selama ini aktif menyuarakan berbagai isu pemerintahan dan kebijakan publik. Dalam sesi diskusi, Saiful Amin mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap kondisi bangsa. Ia menekankan bahwa ketika negara menghadapi berbagai persoalan dan kebijakan yang dinilai tidak tepat sasaran, kaum muda harus tetap hadir sebagai bagian dari solusi melalui kontribusi nyata, kritik yang konstruktif, dan keterlibatan aktif dalam ruang-ruang demokrasi. Sementara itu, narasumber lainnya, Tiyo Ardiyanto, berhalangan hadir secara langsung karena baru menjalani operasi dan masih dalam masa pemulihan. Melalui panitia pelaksana, Tiyo menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar terus merawat ruang-ruang diskusi yang progresif dan kritis sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan demokrasi yang sehat.
Sesuai dengan tujuan kegiatan,
diskusi mengupas berbagai
isu mengenai hubungan
antara hukum, kebijakan publik, demokrasi, dan partisipasi masyarakat.
Berbagai tema yang dibahas meliputi legitimasi kebijakan publik, kebebasan
berekspresi, kontrol sosial terhadap pemerintah, hingga pengaruh kekuatan
politik dalam proses pembentukan kebijakan negara.
Menariknya,
forum ini tidak hanya dihadiri mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa
berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur, dosen, guru SMK, hingga mahasiswa baru yang bahkan belum
memasuki semester pertama. Keberagaman latar belakang peserta
menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap isu-isu
hukum dan kebijakan publik yang tengah berkembang.
Meskipun
materi yang dibahas tergolong berat dan sarat dengan analisis hukum maupun
politik, suasana forum tetap berlangsung hangat dan komunikatif. Para
narasumber beberapa kali menyisipkan humor di tengah diskusi sehingga
mengundang gelak tawa peserta tanpa mengurangi substansi pembahasan yang
disampaikan.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab. Tercatat sedikitnya tujuh peserta mendapatkan kesempatan mengajukan pertanyaan, dengan sebagian besar pertanyaan berkembang menjadi diskusi lanjutan yang mencakup berbagai aspek hukum, politik, dan kebijakan publik. Dinamika tersebut menunjukkan bahwa forum tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga ruang dialektika yang mendorong tumbuhnya nalar kritis di kalangan peserta.
Melalui
penyelenggaraan Talkshow Hukum “RE-PUBLIK?”, Senat Mahasiswa Fakultas Syariah
dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri berharap
dapat terus menghadirkan ruang-ruang intelektual yang mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk memahami persoalan bangsa secara lebih
mendalam. Sejalan dengan semangat tema yang diusung,
kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai narasi yang dibangun dalam ruang publik,
masyarakat tetap memiliki
peran penting untuk berpikir kritis, menjaga kesadaran konstitusional, dan mengawal
kebijakan agar senantiasa berpihak pada kepentingan
rakyat.


